Berita Foto dan video pembunuhan di Sodong dan Mesuji Lampung


Berita Foto dan video pembunuhan di Sodong dan Mesuji Lampung
Capture Video Korban Penyembelihan di Sodong, Mesuji , Ogan Komering Ilir 21 April 2011

Jakarta, Seruu.com - Video yang menghebohkan DPR RI hari ini dan dibawa oleh warga Mesuji di Lampung dan Sumatera Selatan yang datang ke Komisi III DPR RI ternyata juga sempat menghebohkan terkait dengan tayangan sadis yang terlihat didalamnya. Sempat ditayangkan Youtube namun dihapus karena konten sadisme yang termuat didalamnya tayangan video ini juga menghiasi halaman surat kabar lokal dan nasional Mei 2011, saat video menyebar di dunia maya.

Berikut sedikit ulasan mengenai isi video yang dituliskan ulang disebuah blog pada hari Jumat, 13 Mei 2011 pukul 14:42 dan bersumber harian Sumatera Ekspress.

Setelah beredar luas di handphone, rekaman yang menggambarkan pembunuhan di Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, OKI antara warga sekitar dan PT Sumber Wangi Alam (SWA) kini masuk di sebuah situs web video sharing terbesar di dunia, You Tube. Rekaman berdurasi masing-masing 04.06 menit itu berjudul "Kisah Sadis Orang Sodong Mesuji OKI dan Kisah Sadis Orang Sodong Mesuji, OKI, Sumsel".

Video tersebut menggambarkan sebagian adegan perselisihan antara warga sekitar dan perusahaan yang berujung maut. dengan jelas kamera mengarahkan seorang korban memakai kaus hijau dan celana hitam yang terpotong tangannya, kepala hilang dan tergantung di tiang listrik. kemudian, kamera juga mengarahkan seorang korban tergeletak dengan penuh luka bacokan, yang terkapar di pinggir rumah.

Setelah itu shooting kamera mengarahkan suana jalan, memperlihatkan potongan kepala di atas mobil truk. Tampak juga brimob berpatroli di sekitar desa dan perkebunan. Tak ada warga yang lalu lalang, terlihat suasana mencekam.

Sedangkan file kedua, lebih sadis lagi. Namun, file kedua sepertinya bukan kejadian bentrok di Sodong. Ini dipastikan pekerjaan pihak yanga akan memperkeruh dan memprovokasi suasana.

Beredarnya video di handphone dan You Tube itu, merupakan suatu masukan bagi polisi untuk alat bukti. Tapi masyarakat jangan menganggap video itu benar, karena banyak yang beredar itu salah.

Perlu diketahui, video yang hampir mirip dengan kejadian ialah yang menggambarkan pascapenyerangan dan terlihat korban jiwa yang di lokasi PT SWA. "Cuma itu", tegas Kapolres OKI AKBP Agus Fachtullah kepada koran ini (Sumatera Ekspress) kemarin.

Dikatakan, kejadian penyerangan yang dilakukan oleh warga ke PT SWA memang benar terjadi dan bukan rekayasa. Namun sebelum terjadi penyerangan terlebih dulu ada cekcok mulut antara petugas keamanan PT SWA dengan dua warga Sungai sodong yang akhirnya kedua warga nama Syafei bin Tutul (18) dan Macan bin Sulaiman (22) tewas. Di pihak perusahaan yang tewas berjumlah lima orang.

"Mendengar dua warga desa Sungai Sodong tewas, maka warga desa Sungai sodong bersama lima desa lainnya menjadi emosi dan siangnya sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis (21/4), menyerang PT SWA", ujar Kapolres.
Dan kini sudah 22 hari pascakejadian itu. Pihak polres terus melakukan penyelidikan secara intensif, mengumpulkan barang bukti. "Biarlah penanganan kasusnya terlambat atau molor dari pada nantinya cepat-cepat tapi kesimpulannya tidak sesuai lapangan".

Menurut Kades Sungai Sodong, kecamatan Mesuji, OKI, Maona PY, kepada koran ini tadi malam mengakui bahwa bahasa yang digunakan warganya sama dengan warga Kayuagung. "Mungkin zaman dulu asalnya sama daru Lampung, sehingga keluarga Sungai sodong banyak di Kayuagung, begitu juga sebaliknya", ujar Kades.

Pascaterjadinya bentrok, kata Kades, sudah banyak warganya yang dimintai keterangan, hampir setiap hari, namun mereka tidak dilakukan penahanan dan hanya dimintai keterangan. "Situasi di Desa Sungai Sodong sudah normal dan kondusif", ujarnya.

Sedangkan menanggapi video pembunuhan yang diduga mirip kasus bentrok yang terjadi di desa sodong, Kabupaten OKI, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing dan tidak terprovokasi dengan tayangan yang menyebar di situs internet.

"Kita menghimbau agar masyarakat tidak terpancing apalagi terprovokasi dengan tayangan video itu yang belum bisa dipertanggungjawabkan. Saat ini kita sedang mendalami dengan melakukan penyelidikan. Akurasi dan kebenaran tayangan video yang ada di internet tersebut dengan peristiwa yang ada", terang Ginting.

Jika akurasi tayangan tersebut bisa dipertanggungjawabkan untuk kepentingan pembuktian dan penanganan perkara yang sedang diselidiki, Ginting menegaskan pihaknya bisa terbantu.

"Ya jika bisa dipertanggungjawabkan hal itu bisa membantu memberikan petunjuk terhadap pelakunya termasuk bagaimana cara pelaku melakukannya. Apalagi jika pelakunya bisa dikenal", tandas Ginting yang dihubungi via teleponnya tadi malam.

Diketahui, Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ilir (OKI), telah memeriksa tiga warga Sungai Sodong, Mesuji, OKI, terkait bentrok berdarah antara warga dengan PT Sumber Wangi Alam (SWA) yang terjadi Kamis (21/4).

Menurut Kapolres OKI, AKBP Agus Fachtullah SIk, melalui Kasat Reskrim, AKP Rocky Marpaung SH SIk, salah satu yang diperiksa adalah Pudin, kakak dari H Jalang (Kades Sungai Sodong)

Pada pemanggilan tersebut baru tiga warga yang diperiksa. Semuanya masih sebagai saksi. Sementara selebihnya jika tidak memenuhi panggilan sampai waktu yang ditetapkan maka akan ada upaya penjemputan paksa. Pihaknya tetap berusaha melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 17 warga lainnya yang belum memenuhi panggilan tersebut.

Sebelumnya, Polres OKI telah menetapkan lima tersangka dari pihak PT SWA, ke-20 warga Sungai sodong yang mendapatkan surat panggilan dari Polres OKI enggan memenuhi panggilan tersebut karena takut jika dijadikan tersangka. Untungnya, setelah melakukan pendekatan persuasif oleh pihak kepolisian maupun pemerintah setempat, akhirnya warga bersedia memenuhi panggilan ini.

Sumber lainnya yang berisi komentar dari orang-orang yang menyaksikan video bisa anda lihat di forum kaskus .


Sumber http://Seruu.com

0 Response to "Berita Foto dan video pembunuhan di Sodong dan Mesuji Lampung"

Poskan Komentar